Sabtu, 06 September 2008

KONSEP DO'A

CARA BERDO’A MENURUT AL-QURAN
Oleh Ust.Drs.Wawan Setiawan

1. Ikhlas dalam berdo’a

“Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu[533] di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana dia Telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)".(Al-Arof: 29)

[533] Maksudnya: tumpahkanlah perhatianmu kepada sembahyang itu dan pusatkanlah perhatianmu semata-mata kepada Allah.

“Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Maka sembahlah dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.(Al-Mukmin:55)

2. Dengan Suara antara pelan dan keras

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549].(Al-Arof: 55)

[549] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.


“Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.(Al-Arof:205)

“Katakanlah: "Serulah Allah atau Serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya[870] dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". (Al-Isro:110)

[870] maksudnya janganlah membaca ayat Al Quran dalam shalat terlalu keras atau terlalu perlahan tetapi cukuplah sekedar dapat didengar oleh ma'mum.

3. Dengan Mengulang-ulang do’a

“Ia Berkata "Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku Telah lemah dan kepalaku Telah ditumbuhi uban, dan Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. (Maryam:4)


Senin, 04 Agustus 2008

Jangan menjadi orang yang kehilangan Shadaqoh

Telah datang zamannya dimana langit enggal menurunkan air hujan, bumi enggan memberikan kesejukan..semua manusia bingung dengan keadaan, kemiskinan dan kekeringan..yang menenamkan ke dalam dada takut kekurangan dengan harta benda..kehati-hatian yang berlebihan dalam memberi, kekikiran dipelihara membuat kita tidak percaya kepada Allah Sang Maha Pemberi Nikmat, Maha Pemberi Rizki..asa inilah yang membuat kita kehilangan shadaqoh kepada sesama..
mereka yang kaya, enggan mengeluarkan sedikit hartanya karena takut kehilangan kesenangan dunianya..mereka yang mempunyai pekerjaan yang cukup takut tidak bisa mencukupi nafkah keluarganya, takut tidak bisa membayar tagihan listrik, PAM, dan lain sebagainya..mereka yang hidup dengan pas-pas-an enggan memberi karena takut kehabisan jatah hidupnya..
semua perasaan takut ini membuat manusia kehilangan shadaqoh kepada yang lebih kurang dari padanya.
Perbanyaklah shadaqoh dikala sempit, karena engkau akan ditolong oleh Allah dikala sempit dan membutuhkan...

Selasa, 17 Juni 2008

mengapa kedok kekerasan ?

Di media-media elektroik kita sering melihat debat-debat yang mempermasalahkan masalah monas. ketika umat islam ingin memurnikan ajarannya, mengapa kesalahan sebagian orang yang vokal malah dimasalahkan..justru oleh tokoh-tokoh yang mengaku islam..memihak minoritas dengan alasan-alasan yang tidak populer..menyudutkan umat islam dengan alasan kekerasan..semua orang tau kekerasan tidak diperbolehkan dalam Islam..tetapi bagi mereka yang yang hendak menghancurkan kemurnian ajaran Islam, mereka wajib diluruskan tetapi jika dengan jalan damai tidak taubat dan tetap mengakui Nabi lain selain Muhammad SAW. mereka wajib diperangi, apapun alasannya jika masih mau mengakui Islam sebagai agama mu, katakan tidak ada kitab lain selain Al-Quran dalam Islam, dan tidak ada Nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW.
Bagi engkau orang-orang fasik..ingatlah jika kau membela dan mengikuti suatu kaum maka engkaupun sama seperti kaum tersebut.

Senin, 09 Juni 2008

Umatku...umatku...umatku...

Semua orang tau ketika Nabi kita Muhammad SAW. akan menemu ajalnya, beliau berkata Umatku...sampai 3x. sebuah pertanyaan apa yang sebenarnya yang diharapkan Nabi kita terhadap umatnya? ada 3 keinginan: (pertama); beliau menginginkan Umatnya tetap berpegang teguh kepada Tali Agama Allah SWT. (kedua); tidak boleh bercerai berai (ketiga); jangan mengkultuskan seseorang yang menyebabkan ia lupa kepada Rasulullah sebagai Panutan.
Tetapi kenyataannya sekarang sesama umat islam saling bermusuhan, saling menyalahkan...yang lebih parah lagi sesama muslim mengatakan jihad memerangi muslim...apa tidak slah yang demikian itu? bukankah jihad yang sesungguhnya adalah memurnikan Islam dari pengaruh-pengaruh syirik dan penyelewengan agama yang selama ini banyak dilakukan oleh sebagian orang...sebenarnya sampai sejauhmana kita memahami islam. yang Kaffah...abangan atau turunan belaka...jawabnya ada di diri kita masing-masing..
sebuah pertanyaan besar "siapakah sebenarnya yang menjadi panutan kita? Nabikah atau manusia biasa kah?

Jumat, 06 Juni 2008

Sumber Daya Manusia

terdiri dari 9 orang :
Ade Aziz Hakim, Wadi, Wawan Setiawan, Anggi Susilo, Yanyan Hendayana, Nana Suryana, Ai Idah Romdiani, Hera Rahmatin Barokah, Cucu Nurhayati.

Kamis, 05 Juni 2008

Tugas Utama

Dalam kinerjanya Warois..membagi tugas-tugasnya guna mendukung maksimalisasi pelayanannya kepada pasien dan keluarga pasien..
1. Bimbingan Ibadah, mencakup semua kegiatan yang menekankan pelaksanaan ibadah terutama kepada pasien agar tidak meninggalkan Shalat. 2. Bimbingan Doa dan Akhlaq, mencakup semua kegiatan memberikan pengertian kepada pasien bahwa sakit datangnya dari Allah dan Hanya Allah jualah yang dapat menyembuhkannya.. 3. Bimbingan Talqin, adalah layanan yang diberikan kepada pasien dikala pasien Naza' (sakaratul maut). bukankah Islam itu selamat..orang yang dikatakan Islam adalah ketika ia selamat dalam mautnya mengingat Allah SWT.

IKHLAS Membimbing

Membimbing adalah suatu tugas yang seperti mudah dilakukan oleh siapa saja, tetapi tidak semua dapat melakukannya..seorang pembimbing harus bisa, dan harus mempunyai metode bimbingan dan ilmu kewaroisan serta yang lebih penting adalah ke-ikhlasan menjalaninya. karena tanpa itu semua akan terasa berat dalam melaksanakannya

Selasa, 03 Juni 2008

Semua orang menginginkan apa yang namanya SEHAT. Tetapi jika sehat tidak berpihak kepada kita, tentu dunia akan terasa hambar. kesabaran bergelut dengan putus asa, menciptakan sebuah asa yang arogan. lupa dengan hak dan kewajiban baik sesama manusia maupun hak dan kewajibannya kepada Allah SWT. karena itulah dibutuhan seorang pembimbing yang dapat mengarahkan si sakit untuk tetap sabar dalam menghadapi ujian penyakitnya..lebih lanjut jika ia meninggalkan dunia ada orang yang masih membimbingnya menghadap sang pencipta tanpa gangguan dari setan-setan yang mendorongnya menerima siksa. Pembimbing itu ialah WAROIS, Perawat Rohani Islam yang telah ada di Rumah Sakit Umum Kota Banjar Jawa Barat.